| |
SINOPSIS MINGGU :120
Nenek Dira ragu dan berat untuk bilang hal sebenarnya tentang Wulan kepada Grace. Grace tertegun diam dan semakin bertanya-tanya dibenaknya. Nenek Dira ragu dan berat untuk menjelaskan hal sebenarnya pada Grace. Ia pun jadi merasa serba salah sendiri
Terlihat Aline sedang tiduran di tempat tidur. Tak lama Budi datang untuk menjemput Aline. Aline langsung menunjukan mimik wajahnya penuh dengan kebencian.
Aline baru masuk lalu berjalan ke arah tempat tidurnya. Setelah merebahkan dirinya di tempat tidur. Tiba-tiba dirinya menangis terseduh-seduh karena perasaan hancur karena tidak mengira seketika saja rumah tangganya telah hancur berantakan.
Wulan hanya tersenyum kecil, karena didalam hatinya sejujurnya dirinya tidak tega meninggalkan Awan. Saking tidak kuasa melihat Awan, Wulan pun langsung memeluk Awan erat.
Wulan sedang mencopot cincin di jarinya. Ia melihat cincin itu lalu merasa sedih karena baginya cincin itu sangat berarti untuknya. Kemudian dia memasukkan cincin itu ke tempatnya yang berbentuk kontak kecil. Kemudian dia membungkusnya dengan kertas kado.
Wulan akhirnya bertemu denga Nenek Dira dan mengembalikan cincin yang Awan berikan kepada wulan dulu. Nenek Dira terenyuh dan jadi kasihan pada Wulan.
Apakah Wulan akan mengatakan kepergiannya kepada Awan? Dan apa hati Nenek Dira akhirnya akan luluh juga dengan keteguhan hati Wulan?
.
.
.
.
~oo~
|
|